Situs CB Pulau Empat

Situs CB Pulau Empat

Pulau Ampat yang terletak di Kabupaten Luwu Timur, bukan merupakan pulau fisik melainkan merupakan sebutan untuk situs peradaban besi kuno yang tenggelam di dasar Danau Matano  Luwu Timur provinsi Sulawesi Selatan. Pada umumnya dikenal sebagai situs Peradaban Besi yang Tenggelam.

Situs Pulau Ampat berada pada titik koordinat 2°28’19.78″S dan 121°15’41.85″ E. Situs arkeologi yang ada di  Pulau Empat berada di kedalamaan sekitar  4 hingga 16 meter dan memiliki jarak pandang (visibility) yang sangat bagus sekitar 5 hingga 10 meter.

pada kedalaman 4 hingga 16 meter para arkeolog menemukan sebaran fragmen tembikar yang cukup luas, sebaran budaya pada Situs Pulau Ampat ini diketahui seluas hampir 4,6 km persegi. Selain  berupa fragmen tembikar, tim penelitian juga menemukan tulang binatang, serpih alat batu, terak besi, dan beberapa fagmen alat besi (Adhityatama, Triwurjani, dkk.,2017).

Situs Pulau Empat  dahulu diduga merupakan  kampung pande besi yang cukup padat dan dimukim cukup lama oleh manusia, hal ini terlihat dari keragaman budaya yang berada di dalam yang cukup banyak. Diperkirakan kampung ini tenggelam dikarenakan adanya bencana gempa bumi karena letaknya dari situs ini berapa tepat di atas sesar aktif Matano.

Napal Formasi Bone-bone

Napal Formasi Bone-bone

Lokasi ini terletak pada koordinat -2.491471667 dan 120.7763983 di Desa Kalpataru Kecamatan Tomoni. Pada lokasi ini terdapat singkapan yang di dominasi oleh napal bagian dari Formasi Bone-bone.

Adapun lapisan-lapisan pembentuk singkapan ini dari tua ke muda, antara lain :

1. Batulempung, abu kebiruan, relative lebih keras, terdapat lensa-lensa gravel, moluska,
pemilahan buruk di lensesnya.

2. Batu lempung menyerpih, abu-abu kebiruan, leratif lebih lunak.

3. Batu lempung pasiran, massif, abu-abu kebiruan, relative lebih keras.

4. Batupasir , lempungan, halus hingga sedang, abu kebiruan, getas dan mudah diremas, non karbonatan, bagian bawah terdapat nodul2-nodule (karbonatan), jarang, berukuran ± 10 cm, bagian atas terdapat fosil kayu, utuh dan pecah-pecah, relative melimpah. 23/OL/39A. 

5. Batupasir sangat halus, abu-abu kebiruan, non karbonatan, (karbonatan sedikit), pemilahan baik, membundar tanggung hingga membundar, terdiri dari mineral-mineral terang dan gelap, berstruktur silangsiur.

6. Batu lempung pasiran, abu-abu kebiruan, menyerpih, non karbonatan, lunak. 23/OL/39B.

7. Batupasir kasar, abu kebiruan, mudah diremas, pemilahan buruk, non karbonatan, terdiri dari mineral terang dan gelap, membundar tanggung hingga membundar. 23/OL/39C.

No Results Found

The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.

Hipostratotipe Formasi Bone-bone

Hipostratotipe Formasi Bone-bone

Terletak di Desa Kasintuwu Kecamatan Mangkutana dengan koordinat Latitude -2,381596667 dan Longitude 120.79703. Hipostratotipe merupakan istilah dalam stratigrafi yang digunakan untuk menyebut penampang tambahan selain stratotipe utama, yang dipilih untuk melengkapi deskripsi suatu satuan stratigrafi.

Hipostratotipe formasi adalah penampang atau singkapan tambahan yang dipilih untuk melengkapi stratotipe utama suatu formasi. Formasi juga dapat dikatakan satuan litostratigrafi dasar dalam stratigrafi yang memiliki ciri litologi khas, dapat dipetakan, dan diberi nama. Stratotipe utama merupakan singkapan resmi yang dipilih sebagai acuan utama untuk mendefinisikan formasi. Hipostratotipe dapat dipilih jika stratotipe utama tidak memperlihatkan keseluruhan ciri formasi, misalnya batas atas/bawah kurang jelas, variasi fasies tidak lengkap, atau data fosil terbatas.

Hipostratotipe Formasi Bone-bone merujuk pada lokasi singkapan batuan di Kecamatan Mangkutana dan sekitarnya yang menjadi bukti geologi untuk studi Formasi Bone-bone. Salah satu lokasi yang ditunjukkan adalah di dekat pantai Tobela, di mana ditemukan lapisan batugamping, batupasir, dan breksi monomik yang memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan pada masa pembentukannya.