Sacred places in Ussu and Cerekang, South Sulawesi, Indonesia

This contribution describes and analyses the sacred places in the environs of the ‘land where the gods descended’ (Reid 1990)—the twin villages of Ussu and Cerekang in East Luwu, South Sulawesi. Ussu and Cerekang were the focus of several months of fieldwork for the ‘Origin of Complex Society in South Sulawesi’ (OXIS) project undertaken by anthropologists, archaeologists and historians (Darmawan et al 1999; Bulbeck and Caldwell 2000; Fadillah and Sumantri 2000).

Sebaran Situs Arkeologi di Kec. Malili. Kab. Luwu Timur

Luwu yang dikenal pada saat ini dalam pengertian wilayah administrasi dengan batas-batas wilayah yang jelas, mengandung wacana geografi, Sejarah dan budaya yang menarik untuk dikaji. Ia merupakan Sebagian dari batas wilayah kekuasaan Kerajaan Luwu yang membentang mulai dari bagian utara teluk Bone, memanjang ke sebelah timur hingga ke dataran tinggi Matano yang Sebagian menjadi wilayah propinsi Sulawesi Tenggara (Rahman:2000:47)

Situs Pulau Ampat

Kepurbakalaan besi di Indonesia serupa dengan kepurbakalaan perunggu dan emas (Tabel 1), yang telah meyakinkan para sarjana untuk mengakui Zaman Besi- Perunggu (Van Heekeren, 1958), Zaman Paleometalik (Soegondo, 1995), atau Zaman Logam Awal (Bellwood, 2017). Situasi ini berbeda dengan benua Eurasia
dimana Zaman Perunggu dapat diidentifikasi mendahului Zaman Besi selama berabad-abad (misalnya,Pigott, 2012).

Strategi Pelestarian Sumber Daya Budaya Di Danau Matano

Danau Matano merupakan salah satu danau terdalam dengan karakteristik yang sangat unik, mulai dari proses pembentukan sampai pada bentuk lingkungan yang dimiliki. Kondisi tersebut yang membuat danau ini menyimpan berbagai potensi yang berlimpah mulai dari sumber daya alam sampai dengan sumber daya budaya yang tercipta, di mana kedua elemen tersebut selalu berjalan beriringan (Whitten, 1987:278, Setiawan, 2010, Sentosa dkk, 2017:62).

The history of Bone A.D. 1775-1795

Throughout the course of my Doctoral study, and in all the places it has taken me, I have met with great generosity of spirit and willingness to help. I would like to thank all those without whose individual contributions the completion of this thesis would not have been possible.
I am greatly indebted to the University Kebangsaan Malaysia for its generous sponsorship of my study. My special thanks are due to the Head of the Department of History, University Kebangsaan Malaysia, and to the departmental staff members, for their understanding and support in making it possible for me to complete this research.