Analisis Gerabah Situs Gua Andomo Desa Lioka

Gerabah di Indonesia mulai dikenal pada masa bercocok tanam sekitar 2.500-1500 tahun sebelum masehi, di saat kebutuhan akan tempat penyimpanan mulai dirasakan (Atmosidiro, 1998). Kebutuhan tersebut semakin berkembang seiring waktu, bukan hanya sebagai wadah untuk kebutuhan sehari-hari saja namun juga digunakan sebagai kebutuhan dalam upacara religi. Gerabah yang pernah ditemukan di beberapa situs prasejarah di Melolo, Gilimanuk dan Plawangan yang digunakan sebagai wadah bekal kubur dan tempat untuk meletakan jenazah atau tulang manusia pada sistem kubur tempayan (Sugondo, 1999 17 dan Soejono, 1984 74)

Jejak Peradaban Di Dasar Danau Matano

Sumber Belanda tentang Luwu pertama kali ditemukan melalui tulisan Speelman β€œNotitie dienende voor eenen korten tijd en tot nader last van de Hoge Regering op Batavia voor den ondercoopman Jan van Oppijnen” (Speelman 1670). Tulisan Speelman itu mencatat tentang ekspor besi dari Luwu. Tulisan selanjutnya yang lebih sistematis tentang sejarah Sulawesi Selatan adalah karya Blok β€œHistory of the Island of Celebes” (Sejarah Pulau Sulawesi), yang ditulis pada tahun 1759 dan diterbitkan tahun 1817. Blok mendasari tulisannya dari sumber lisan dan catatan Speelman. Bagaimanapun juga, tulisan keduanya menjadi pintu masuk dalam penelaahan tentang Luwu. Sayang sekali, penelitian arkeologi tentang Luwu bagian Timur sangat sedikit ditemukan. Padahal, berbagai asumsi tentang awal mula Luwu diletakkan pada daerah tersebut, terutama pada wilayah sekitar Danau Matano.

Keutamaan Parewa Bessi Luwu

Salah satu khasanah budaya tangible dan intangible suku Bugis adalah parewa besi yang meliputi keris, tombak, parang, dan badik. Dalam mengindentifikasi diri, orang bugis biasanya menyandang ataupun menyimpan salah satu parewa besi. Berdasarkan pengamatan terhadap kolektor, parewa besi luwu seringkali menjadi prioritas pilihan untuk disandang. Pilihan itu seringkali pula dilandasi oleh berbagai mitos yang menyelimuti parewa besi.

Sosialisasi Publikasi Danau Matano

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengadakan sosialisasi mengenai pengusulan Danau Matano dan Sistem Danau Malili sebagai Geopark Nasional. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap upaya pelestarian geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya kawasan tersebut.

Perencanaan Pengelolaan Daerah Tangkapan Air Terpadu Danau Mahalona

IUCN adalah organisasi keanggotaan yang terdiri dari organisasi pemerintah dan masyarakat sipil. IUCN memfasilitasi organisasi publik, swasta dan non-pemerintah dengan pengetahuan dan alat-alat dalam rangka menyokong kemajuan manusia, pembangunan ekonomi dan konservasi alam untuk berlangsung bersama.