Benda tembikar mempunyai peran penting bagi manusia, baik secara sosial maupun ekonomi. Sebagai sisa aktivitas manusia, artefak tembikar hampir selalu ditemukan di situs-situs arkeologi dunia. Artefak ini pertama kali dikenal pada masa bercocok tanam dan manusia mulai hidup menetap. Tembikar pada masa ini dibuat dengan tangan dan pembakarannya kebanyakan tidak sempurna sehingga tembikar yang dihasilkan mudah pecah, rapuh, dan tidak dapat bertahan lama. Kebanyakan tembikar yang dihasilkan pada masa bercocok tanam dalam keadaan rapuh dan menampilkan permukaan yang polos atau dengan hiasan sederhana berupa garis pendek (Soejono, 2008: 228-233).

See also  Jejak Peradaban Di Dasar Danau Matano