No Results Found
The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.
Terletak pada koordinat -2,506990 LS dan 121,324947 BT di Dusun Singkole, Desa Magani, Kecamatan Nuha. Rijang (chert) adalah batuan silika (kaya SiO₂, umumnya berupa mikrokristalin kuarsa) yang biasanya terbentuk dari endapan organisme mikroskopis bersilika (seperti radiolaria atau diatom), atau dari presipitasi silika di lingkungan laut dalam.Tersingkap batuan rijang dengan foliasi yang kemungkinan merupakan massa dasar dari Melange Wasuponda. Adapun ciri-ciri rijang ini antara lain: berwarna merah, keras, dan kompak, butiran sangat halus, berfoliasi, tekstur lepidoblast, terdapat rekahan-rekahan tipis yang terisi oleh kalsit berwarna putih.
Ciri khas dari rijang berfoliasi adalah tampilan berlapis sejajar atau memiliki bidang belahan yang konsisten arahnya, Warna umumnya merah, cokelat, abu-abu, atau hitam, tergantung kandungan oksida besi dan organik, Tekstur keras, rapuh, dan konkoidal, tapi dengan foliasi, ia bisa terbelah mengikuti bidang tekan. Rijang berfoliasi berarti batuan rijang yang menunjukkan struktur foliasi, yaitu adanya bidang perlapisan atau belahan sejajar akibat tekanan tektonik. Foliasi ini muncul karena tekanan dan deformasi tektonik menyebabkan mineral silika di dalam rijang tersusun sejajar, Rijang sering ikut terlipat atau mengalami deformasi bersama dengan batuan sedimen lain (misalnya di zona melange atau kompleks ofiolit), Foliasi bisa tampak berupa bidang rekahan sejajar, pita-pita tipis, atau lembaran yang mudah terkelupas
Gua Andomo terletak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti dengan koordinat -2,629355 LS dan 121,317402 BT. Gua Batugamping adalah gua yang terbentuk pada batuan gamping (limestone) akibat proses pelarutan (karstifikasi) oleh air yang mengandung karbon dioksida (CO₂). Air hujan yang bercampur CO₂ menjadi agak asam (asam karbonat lemah), kemudian meresap ke dalam celah atau rekahan batu gamping. Proses pelarutan yang berlangsung ribuan hingga jutaan tahun ini memperbesar rongga dan membentuk lorong, ruang, hingga sistem gua yang kompleks. Gua ini terletak pada suatu tebing vertikal dengan ketinggian kurang lebih 20 meter. Gua terbentuk secara alami dan terdiri dari beberapa kamar yang bertumpuk atau bertingkat yang digunakan sebagai tempat pemakaman oleh masyarakat setempat. Fitur endokarst seperti stalaktit dan stalagmit, flowstone, dan pelarutan lainnya berkembang dengan baik. Di bagian tengah kamar utama terdapat ceruk atau lubang vertikal dengan diameter ± 5 meter.
Endapan Kuarter merupakan endapan geologi yang terbentuk pada Zaman Kuarter, yaitu periode terbaru dalam skala waktu geologi (sekitar 2,58 juta tahun yang lalu hingga sekarang), Endapan Kuarter umumnya berupa material lepas (unconsolidated) hasil proses alam modern seperti pelapukan, erosi, transportasi, dan pengendapan. Karena usianya relatif muda, endapan ini masih longgar, belum terlitifikasi (menjadi batuan padat), sehingga sifatnya berbeda dengan batuan sedimen tua. Lokasi ini terletak pada koordinat -2,468412 LS dan 121,395047 BT, tepatnya di Desa Nuha, Kecamatan Nuha. Terdapat tebing setinggi kurang lebih 50 meter yang tersusun atas perselingan antara batu pasir kasar dengan konglomerat. Batu pasir mempunyai ciri-ciri : berwarna coklat terang hingga kemerahan, keras dapat diremas, silang siur intensif, butiran membundar tanggung, pemilahan buruk. Konglomerat, gravel, polimik, rata-rata 0,5-1 cm, maksimal 3-7 cm, membundar tanggung hingga membundar, silang-siur, terdiri dari serpentinite, gabrodan modul lempung, masa dasar batupasir kasar.
Dinding Sesar merupakan bidang atau permukaan batuan yang terbentuk akibat aktivitas sesar, yaitu rekahan di kerak bumi yang disertai pergeseran. Permukaan ini merupakan bagian dari bidang sesar yang nyata terlihat di lapangan setelah terjadi pergeseran blok batuan. Ciri umum Permukaan relatif rata atau miring, sering memperlihatkan goresan sesar (slickenside), memperlihatkan cermin sesar (fault mirror), kadang ditemukan zona hancuran di sekitarnya, dan Orientasi dinding sesar memberi petunjuk arah gaya tektonik dan mekanisme pergeseran
Ciri khas Dinding Sesar Waturere yaitu tebing vertikal memanjang sebagai bukti dari Sesar Matano di sisi selatan Danau Matano. Lokasi ini terletak pada koordinat -2,482353 LS dan 121,286861 BT . Tebing ini disusun oleh batugamping Formasi Matano dengan ciri-ciri antara lain: Batugamping bagian bawah massif, terdapat breksiasi karena adanya tekanan, berwarna putih, keras dan kompak, kristalin, sementara bagian atas berlapis, warna putih selang-seling dengan abu-abu, keras dan kompak, sedikit kristalin.
Terletak pada koordinat -2,497023 LS dan 121,311929 BT. Gua bawah air adalah gua yang sebagian atau seluruh rongganya tergenang air secara permanen, baik oleh air tawar, air laut, maupun campurannya. Umumnya terbentuk di kawasan karst (batuan gamping/kapur, dolomit) melalui proses pelarutan kimia oleh air yang mengandung karbon dioksida (H₂O + CO₂ → H₂CO₃ → melarutkan CaCO₃).Ciri umumnya yaitu, terbentuk dari pelarutan batuan karbonat (seperti batu gamping/kapur dan dolomit) oleh air, atau akibat proses tektonik dan vulkanik, bagian gua bisa berupa ruang kering di atas dan ruang terendam di bawah, Air yang mengisi bisa air tanah, air sungai bawah tanah, atau air laut, Dapat memiliki sifon (lorong yang terisi air seluruhnya), stalaktit/stalagmit terendam, hingga lorong bercabang.
Penampakan fisik Gua Bawah Air yakni memiliki lorong horizontal/vertikal, sifon (ruang penuh air), dan terkadang ruangan besar (chamber). Struktur dalamnya bisa memperlihatkan stalaktit, stalagmit, flowstone, bahkan kristal yang kini terendam. Hubungan Tektonik, Retakan dan sesar sering jadi jalur utama aliran air, yang memfasilitasi pembentukan gua bawah air.
Lokasi ini terdapat gua batu gamping yang berada di bawah air. Stalaktit dan stalakmit berkembang dengan baik namun tertutup oleh air. Gua ini dijadikan sebagai objek wisata menyelam.
Pulau Langkai terletak pada koordinat -2,552905 LS dan 121,431477 BT di desa Sorowako, Kecamatan Nuha. salah satu jenis batuan beku ultramafik yang terutama berasal dari mantel bumi yang dianggap sebagai sisa (residu) setelah sebagian magma basaltik diperas keluar melalui proses peleburan parsial. Ciri batuan ini berwarna hijau gelap hingga hitam, kadang kecoklatan bila teralterasi bertekstur Faneritik (butirannya kasar, bisa terlihat dengan mata). Keunikan dari pulau ini ialah pulau ini terbentuk dari mineral harzburgite dengan ciri-ciri berwarna kehijauan, keras kompak, segar kaya akan oviline.