Serpentinite Tole

Serpentinite Tole

Serpentinite adalah batuan metamorf yang terbentuk dari alterasi hidrotermal batuan ultramafik (seperti peridotit, harzburgite, atau dunite) yang kaya mineral olivin dan piroksen. Proses ini disebut serpentinisasi, yaitu reaksi antara mineral ultramafik dengan air (biasanya air laut atau fluida hidrotermal), sehingga terbentuk mineral serpentin. Umumnya berwarna hijau tua, hijau kehitaman, kadang bercorak seperti marmer (vein putih dari karbonat atau magnetit) dan bertekstur → halus sampai agak berserat (fibrous), bisa licin berminyak (soapy feel). Serpentinite tergolong Mineral  yang terdiri atas serpentin (antigorite, lizardite, chrysotile). dengan komposisi kimia kaya Mg (magnesium), silika rendah, kadang mengandung Fe, Ni, dan kromit.

Terletak pada koordinat -2,611398 LS dan 121,529034 BT. pada lokasi ini terdapat tebing yang tersusun oleh serpentinite dengan ciri-ciri berwarna hijau, keras, dan kompak, sedikit foliasi.

Dunit/Sesar Bukit Butoh

Dunit/Sesar Bukit Butoh

Dunit adalah batuan beku ultramafik yang hampir seluruhnya terdiri dari mineral olivin (>90%) yang umumnya terbentuk di mantel bumi bagian atas. Dunit merupakan sumber utama nikel dan kromit. Komposisi mineral terdiri dari Ovilin (mineral utama), mineral aksesoris kromit, magnetit, piroksen (sangat sedikit), spinel, garnet, kadang sulfida, Silika rendah, tapi kaya magnesium (Mg) dan besi (Fe)

Lokasi ini terletak pada koordinat -2,527857 LS dan 121,342923 BT di Desa Magani Kecamatan Sorowako. Pada lokasi in terdapat tebing setinggi ± 20 m yang disusun oleh dunit dengan ciri-ciri antara lain: berwarna, kehijauan gelap, keras dan kompak, didominasi mineral olivine. Pada lokasi ini juga terdapat zona sesar yang ditandai dengan proses breksiasi, dapat pecah-pecah akibat adanya tekanan. Proses breksiasi membentuk breksi sesar dengan ciri-ciri monomik, fragmen dari dunit, bentuk menyudut – menyudut tanggung, ukuran fragmen rata rata 10 cm. massa dasar berupa pasir laterit, juga terdapat kekar-kekar yang terisi oleh mineral garnierite. Batas yang membatasi tubuh dunit dan breksi sesar membentuk sebuah bidang dengan arah : N20°E/73°. Pada lokasi ini tumbuh Nepenthes (Kantung Semar), anggrek (Vanda) endemik Luwu Timur, Anggrek Terestrial.

Serpentinite Terbreksiasi Lioka

Serpentinite Terbreksiasi Lioka

Serpentinite terbreksiasi adalah batuan serpentinit (hasil alterasi ultramafik, terutama olivin) yang telah mengalami patah, retak, dan hancuran sehingga tersusun oleh fragmen-fragmen (klastik) yang direkatkan kembali oleh matriks mineral sekunder. Awal terbuntuknya berasal dari batuan ultramafik melalui proses serpentinisasi. Deformasi tektonik, Tekanan dan geseran pada zona sesar atau zona tektonik menyebabkan serpentinite retak, patah, bahkan hancur. Rekat ulang Retakan/fraktur terisi oleh mineral sekunder (serpentin baru, karbonat, talk, magnetit, atau silika), membentuk struktur breksi. Tekstur breksia terdiri dari fragmen sudut (angular) serpentinite yang terpisah. Matriks , biasanya serpentin halus, talk, karbonat, atau mineral sekunder lain. Warna  tetap hijau tua–hitam, tapi sering berpola mozaik karena fragmen berbeda warna. Lingkungan geologi umumnya di zona sesar, zona subduksi, dan kompleks ofiolit.

Serpentinite Terbreksiasi Lioka, terletak pada koordinat -2,633366 LS dan 121,305423 BT di Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Pada lokasi ini terdapat singkapan high serpentinite yang telah mengalami breksiasi dan juga terdapat mineral alterasi milonit akibat dari sesar.

No Results Found

The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.

Pulau Empat

Pulau Empat

Terletak pada koordinat -2,473452 LS dan 121,263535 BT di Desa Matano, Kecamatan Nuha. Pada situs ini, terdapat 4 buah pulau yang merupakan reruntuhan batuan dari tebing danau Matano akibat proses tektonik. Keempat pulau ini tersusun dari variasi batua gamping bagian dari Formasi Matano. Salah satu batu gamping tersebut mempunyai ciri-ciri: batu gamping pasiran, warna coklat terang, keras, dan kompak, buiran halus hinggasedang, berlapis tipis/berfoliasi tipis, sisipan tipis berupa kalsit. Selain itu, terdapat juga batu gamping biokristalin terdiri dari koral, large benthic foram, keras dan kompak, sudah terklistalisasi.

Gua Batu Putih

Gua Batu Putih

Terletak pada koordinat -2572163 LS dan 12064550 BT di desa Lagego, Kecamatan Burau. Dikenal dengan gua batu putih yang terbentuk dari batu gamping kristalin yang merupakan bagian dari Formasi Batugamping Malihan. Batugamping ini mempunyai ciri-ciri berwarna abu-abu agak putih, sangat keras, butiran sedang hingga halus, kristal kalsit berkembang dengan baik. Karakter gua sendiri antara lain gua mempunyai beberapa kamar yang bertingkat, endokarst berkembang baik antara lain: stalaktit, stalagmit, flowstone, tirai.

No Results Found

The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.

Serpentinite Sukoiyo

Serpentinite Sukoiyo

Serpentinite adalah jenis batuan metamorf yang terbentuk dari hasil alterasi (perubahan) batuan ultramafik, terutama peridotit (olivin dan piroksen), akibat proses serpentinisasi. Proses terbentuknya berasal dari Batuan ultramafik (misalnya peridotit) bereaksi dengan air laut atau fluida hidrotermal pada suhu relatif rendah → mineral olivin & piroksen berubah menjadi serpentin + magnetit. Ciri utamanya yaitu berwarna hijau tua hingga hijau kehitaman, kadang bercampur putih atau kekuningan, Tekstur halus sampai berserat, kadang tampak mengilap seperti sabun (disebut juga soapstone), Mineral utama: serpentin (lizardite, chrysotile, antigorite), Kerap mengandung magnetit, sehingga bisa agak bersifat magnetis, Umumnya terbentuk di zona batas lempeng (subduksi) atau kerak samudera yang terangkat ke daratan (ophiolite complex)Terletak pada koordinat -2,427420 LS dan 121,258363 BT di Desa Matano, Kecamatan Nuha. Pada lokasi ini, terdapat tebing setinggi kurang lebih 8 meter yang tersusun oleh serpentinite.