Chrysotille Asbestos Sukoiyo

Chrysotille Asbestos Sukoiyo

Chrysotile asbestos adalah salah satu jenis mineral asbestos yang paling umum dan termasuk dalam kelompok serpentin. Karakteristik utama yakni warna putih keabu-abuan hingga kehijauan, bentuk: serat halus, lentur, dan melingkar (fibrous, curly), Mineralogi, bagian dari kelompok serpentin (berhubungan dengan serpentinite), Stabil pada kondisi metamorf rendah. Chrysotile terbentuk dari alterasi hidrotermal batuan ultramafik (peridotit, dunit, serpentinite). Umumnya ditemukan dalam kompleks ofiolit, di zona kerak samudera yang terangkat ke daratan. Merupakan tipe asbestos yang paling melimpah di dunia, sekitar 90–95% dari seluruh asbestos yang pernah digunakan secara industri.

Lokasi ini terletak pada koordinat -2,427023 LS dan 121,274457 BT. Pada lokasi ini terdapat tebing batuan memanjang yang terdiri dari batuan ultramafic peridotit yang terserpentinisasikan. Batuan berwarna hijau kehitaman, keras dan kompak, butiran halus hingga sedang. Selain itu terdapat juga rekahan-rekahan yang terisi asbestos form/ chrysotile fibre yang terbentuk dengan baik berupa lembaran-lembaran berwarna putih. Lapisan mempunyai arah pola jurus dan kemirigan batuan N330°E/24 – N225°E/25.

Teras Bawah Air One Te’engka

Teras Bawah Air One Te’engka

Terletak pada koordinat -2,427023 LS dan 121, 274457 BT. Pada situs ini, terdapat teras-teras atau undakan-undakan dibawah air sebagai bukti struktur  geologi amblasan (graben). Teras-teras ini memotong lapisan-lapisan batuan pasir dan lempeng resen yang menandakan bahwa struktur tersebut masih aktif. Teras bawah air adalah bentuk morfologi berupa undakan (step/bench) yang terdapat di dasar perairan, biasanya di danau, laut, atau sungai. Fenomena ini serupa dengan teras daratan, tetapi posisinya berada di bawah permukaan air.

Umumnya, ciri teras bawah air Berbentuk dataran relatif datar atau sedikit miring, dengan tepi yang menurun curam, Tersusun secara berundak (seperti anak tangga), terbentuk dari proses geologi dan hidrologi. Proses terbentuknya terjadi akibat perubahan muka air naik-turun akibat iklim (glasial–interglasial), tektonik, atau pengendalian buatan, Saat muka air bertahan cukup lama, terjadi erosi dan akumulasi sedimen di ketinggian tertentu → terbentuk teras. Adanya aktivitas tektonik sehingga terjadi pengangkatan (uplift) atau penurunan (subsidence) daratan dapat membuat garis pantai lama terendam → menjadi teras bawah air.  Proses erosi gelombang, yang mengakibatkan ombak atau arus air membentuk bidang datar pada kedalaman tertentu, kemudian perubahan kondisi membuatnya menjadi “teras”

Uwoi Wera Meruruno

Uwoi Wera Meruruno

Terletak pada koordinat -2,564455 LS dan 121,251413 BT di Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda. Material penyusun umumnya berupa batuan beku ultrabasa–mafika (peridotit, basalt, gabbro) yang termasuk ke dalam Kompleks Ofiolit Sulawesi Timur. Hasil alterasi hidrotermal batuan ultramafik menghasilkan serpentinite yang sering dijumpai di sekitar kawasan ini. Beberapa bagian juga ditutupi oleh endapan kuarter (kerikil, pasir, tanah hasil pelapukan). Kehadiran sesar dan kekar mengontrol arah aliran sungai serta lokasi air terjun. Air terjun sering terbentuk di jalur rekahan (fracture zone). Proses tektonik (pengangkatan) menyebabkan morfologi curam dan memungkinkan terbentuknya tebing tinggi.

Ciri khas air terjun berundak, dengan kolam-kolam kecil di setiap undakannya, dengan ketinggian lebih dari 50 meter. Material yang tersusun atas batu gamping travertine, berwarna coklat, berlembar, keras dapat diremas, pasiran, sebagian dan ditumbuhi lumut hingga kehijauan.

No Results Found

The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.

Air Terjun Mata Dewa

Air Terjun Mata Dewa

Loeha – Terletak pada koordinat -2,777237 LS dan 121,570748 BT di Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda. Pada lokasi ini, terdapat air terjun di sebuah pulau yang dinamakan Pulau Loeha. Air terjun ini mempunyai ketinggian ± 100 meter, dimana airnya mengalir sepanjang musim. Air terjun Mata Dewa tersusun oleh material batuan dunit yang mempunyai ciri-ciri hijau keabuan, keras dan kompak, butiran faneritik

Serpentinite Pulau Wasubonti

Serpentinite Pulau Wasubonti

Serpentinite Pulau Wasubonti

Terletak pada koordinat -2,7772237 LS dan 121,570748 BT di Desa Bantilang, Kecamatan Towuti. Di pulau ini serpentinite, warna agak kehijauan, keras, yang lapuk mudah diremas, menyerpih, sebagian teroksidasi di permukaan, afianitik, melampar membentuk pedataran, juga hidup tanaman tNepenthes menandakan daerah tersebut minim unsur hara.

Sekilas tentang Geoheritage, warisan bumi yang perlu untuk diketahui

Sekilas tentang Geoheritage, warisan bumi yang perlu untuk diketahui

Sekilas tentang Warisan Bumi

Apa Itu Geoheritage?

Geoheritage (warisan geologi) adalah situs atau unsur geologi yang memiliki nilai ilmiah, edukatif, budaya, estetika, atau ekonomi, yang penting untuk dilestarikan. Geoheritage dapat berupa batuan, struktur geologi, fosil, gunung berapi, kawah, goa, danau, atau bentuk permukaan bumi yang unik karena proses geologinya.

Di Indonesia — negara kepulauan yang berada di jalur pertemuan tiga lempeng tektonik besar dunia — warisan geologi sangat melimpah dan beragam. Keunikan bentang alam seperti pegunungan kapur, kaldera purba, pantai berlapis lava, hingga danau-danau tektonik menjadi bukti sejarah panjang bumi Nusantara yang penuh dinamika.

Contoh Geoheritage Penting di Indonesia

Berikut beberapa contoh geoheritage di Indonesia yang telah dikenal secara nasional maupun internasional:

  • Merupakan kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah China.

  • Memiliki nilai ilmiah tinggi dalam bidang geologi, speleologi (ilmu tentang goa), dan arkeologi.

  • Dikenal dengan banyaknya gua prasejarah yang menyimpan lukisan tangan tertua di dunia (± 45.000 tahun).

  • Merupakan salah satu danau tektonik terdalam di dunia (± 590 meter).

  • Memiliki lapisan air yang tidak tercampur (meromiktik), dan habitat spesies endemik purba yang unik.

  • Nilai geoheritagenya terletak pada proses tektonik, paleoekologi, dan kehidupan mikroba ekstrem.

  • Merupakan kaldera vulkanik yang sangat besar dan menjadi daya tarik utama geowisata Bali.

  • Nilai geologi berupa kaldera ganda, danau kaldera, dan aktivitas vulkanik aktif.

  • Diakui UNESCO sebagai bagian dari Global Geopark Network.

  • Gunung api aktif yang menyimpan sejarah letusan besar dan peran penting dalam kehidupan masyarakat sekitar.

  • Nilai edukatifnya sangat tinggi, menjadi lokasi pembelajaran bencana, mitigasi, dan adaptasi.

  • Dikenal dengan singkapan batuan tua berumur ratusan juta tahun dan bentuk lanskap amfiteater raksasa.

  • Termasuk dalam UNESCO Global Geopark sejak 2018.

Geoheritage Indonesia adalah harta karun bumi yang tidak ternilai. Dari lapisan batuan yang senyap, kita bisa membaca kisah jutaan tahun silam. Dari bentuk-bentuk alam yang menakjubkan, kita bisa belajar menghargai kebesaran alam dan pentingnya hidup selaras dengannya. Melestarikan geoheritage berarti menjaga identitas bumi dan manusia yang hidup di atasnya