Jalak Filipina (Agropsar philippensis)

Jalak Filipina (Agropsar philippensis)

Burung Jalak Filipina merupakan jenis burung yang ukuran tubuhnya tergolong sedang dengan panjang sekitar 18 cm. Corak warna bulunya pun memiliki warna yang terang dan mengkilap tapi terdapat perbedaan antara jantan dan betinanya. Pada burung jantan tampak berwarna-warni yang terdiri dari warna putih krim, merah karat, ungu kehitaman, hijau kehitaman, abu-abu, dan hitam. Warna putih krim tampak di bagian kepala dan tenggorokannya. Warna merah karat terlihat menutupi area belakang mata sampai pangkal lehernya. Warna ungu kehitaman tampak di bagian punggung dan pangkal sayapnya. Warna hijau kehitaman ada di bagian sayap dan ekornya. Warna abu-abu menutupi area sisi pangkal sayap dan perutnya. Lalu warna hitam tampak berbaur di bagian pangkal dan ujung sayapnya.

Sumber Tulisan: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/jalak-filipina-si-burung-migrasi-yang-bersuara-merdu

Sumber Gambar: https://www.instagram.com/weldipurwanto?igsh=MTZnd2dpdWk5b3dvMQ==

Eksplorasi Dan Identifikasi Jenis Tumbuhandi Cagar Alam Kalaena Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan

Cagar Alam Kalaena telah ditetapkan oleh Menteri Kehutanan sejak tahun 1987 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 428/Kpts-II/1987. Kawasan ini ditunjuk sebagai kawasan konservasi karena merupakan contoh perwakilan ekosistem hutan pamah sekunder yang memiliki...

Burung Cabai Panggul Kuning (Dicaeum aureolimbatum)

Cabai panggul-kuning (Dicaeum aureolimbatum) adalah spesies burung pengicau dalam famili Dicaeidae. Cabai panggul-kuning adalah spesies burung endemik di Sulawesi. Burung ini bisa kita temui pada ketinggian 850-2000 mdpl. Penyebarannya dari pulau Sangihe yang berada...

Cekakak Suci (Todiramphus sanctus)

Todiramphus sanctus memiliki tubuh berukuran sedang yaitu 22 cm. Spesies ini mirip dengan Todiramphus chloris, tetapi lebih berwarna kusam, dan ukuran tubuh sedikit lebih kecil. Bagian yang berwarna biru lebih kehijauan pada spesies ini. Warna dada agak kuning atau...

Kuntul Besar (Ardea alba)

Burung Kuntul Besar adalah burung yang tinggi, berkaki panjang, dan suka mengarungi air dengan leher panjang melengkung seperti huruf S dan paruh panjang seperti belati. Saat terbang, lehernya yang panjang terselip dan kakinya menjulur jauh melampaui ujung ekornya...

Kring-kring Bukit (Prioniturus platurus)

Burung Kring-Kring Bukit dewasa biasanya mempunyai panjang tubuh sekitar 28 cm dengan berat antara 200-225 gram. Bulu tubuhnya kebanyakan berwarna hijau dengan penutup ekor bagian bawah berwarna kuning. Perbedaan antara burung Kring-Kring jantan dan betina terlihat...

Burung-madu Kelapa (Anthreptes malacensis)

Anthreptes malacensis berukuran 13 cm. Ciri utamanya memiliki paruh yang panjang meruncing. Individu jantan : mahkota dan punggung berwarna hijau bersinar. Tunggir, penutup sayap, ekor, setrip kumis ungu bersinar. Pipi, dagu, tenggorokan coklat tua buram, sedangkan...
Itik Benjut (Anas gibberifrons)

Itik Benjut (Anas gibberifrons)

Anas gibberifrons, umumnya dikenal sebagai itik benjut, adalah spesies bebek berkecimpung air yang termasuk dalam famili Anatidae. Dia endemik di Indonesia, di mana dia dikenal dengan bulunya yang semarak dan perilakunya yang unik.

Tubuh berukuran sedang (42 cm). Warna coklat abu-abu. Mahkota coklat gelap kemerahan. Bagian sisi dan punggung coklat kemerahan. Sayap berspekulum kehitaman berbaur hijau-biru mengkilap. Jantan sedikit lebih besar dari betina dan ada tonjolan tulang pada dahi. Iris coklat merah, paruh abu-abu kebiruan dengan bercak kuning dekat ujungnya, kaki dan tungkai abu-abu.

Burung ini hidup berpasangan atau dalam kelompok. Sarang berupa tumpukan bulu halus, pada permukaan tanah atau lubang pohon. Telur berwarna krem, jumlah 8-10 butir. Berbiak bulan April-Agustus, November.

Itik benjut endemik di pulau Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, dan Kalimantan di Indonesia. Dia lebih menyukai habitat air tawar seperti danau, kolam, rawa, dan sungai berarus lambat, sering ditemukan di daerah dataran rendah dan lahan gambut. Itik benjut jantan dewasa menunjukkan bulu yang mencolok dengan kombinasi hijau zaitun gelap di kepala dan bagian atas, sedangkan bagian bawah berwarna cokelat kastanye yang kaya. Mereka memiliki tambalan berbentuk bulan sabit putih yang khas di setiap sisi wajah, memanjang dari mata ke leher. Betina, di sisi lain, memiliki penampilan cokelat yang lebih berbintik-bintik.

Sumber Tulisan: https://jagatsatwanusantara.id/satwa/itik-benjut/

Sumber Gambar: https://www.instagram.com/weldipurwanto?igsh=MTZnd2dpdWk5b3dvMQ==

Eksplorasi Dan Identifikasi Jenis Tumbuhandi Cagar Alam Kalaena Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan

Cagar Alam Kalaena telah ditetapkan oleh Menteri Kehutanan sejak tahun 1987 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 428/Kpts-II/1987. Kawasan ini ditunjuk sebagai kawasan konservasi karena merupakan contoh perwakilan ekosistem hutan pamah sekunder yang memiliki...

Burung Cabai Panggul Kuning (Dicaeum aureolimbatum)

Cabai panggul-kuning (Dicaeum aureolimbatum) adalah spesies burung pengicau dalam famili Dicaeidae. Cabai panggul-kuning adalah spesies burung endemik di Sulawesi. Burung ini bisa kita temui pada ketinggian 850-2000 mdpl. Penyebarannya dari pulau Sangihe yang berada...

Cekakak Suci (Todiramphus sanctus)

Todiramphus sanctus memiliki tubuh berukuran sedang yaitu 22 cm. Spesies ini mirip dengan Todiramphus chloris, tetapi lebih berwarna kusam, dan ukuran tubuh sedikit lebih kecil. Bagian yang berwarna biru lebih kehijauan pada spesies ini. Warna dada agak kuning atau...

Kuntul Besar (Ardea alba)

Burung Kuntul Besar adalah burung yang tinggi, berkaki panjang, dan suka mengarungi air dengan leher panjang melengkung seperti huruf S dan paruh panjang seperti belati. Saat terbang, lehernya yang panjang terselip dan kakinya menjulur jauh melampaui ujung ekornya...

Kring-kring Bukit (Prioniturus platurus)

Burung Kring-Kring Bukit dewasa biasanya mempunyai panjang tubuh sekitar 28 cm dengan berat antara 200-225 gram. Bulu tubuhnya kebanyakan berwarna hijau dengan penutup ekor bagian bawah berwarna kuning. Perbedaan antara burung Kring-Kring jantan dan betina terlihat...

Burung-madu Kelapa (Anthreptes malacensis)

Anthreptes malacensis berukuran 13 cm. Ciri utamanya memiliki paruh yang panjang meruncing. Individu jantan : mahkota dan punggung berwarna hijau bersinar. Tunggir, penutup sayap, ekor, setrip kumis ungu bersinar. Pipi, dagu, tenggorokan coklat tua buram, sedangkan...
Layang-layang Batu (Amaurornis phoenicurus)

Layang-layang Batu (Amaurornis phoenicurus)

Burung layang-layang batu merupakan salah satu anggota famili Hirundinidae yang penetap. Cukup umum ditemukan diberbagai tempat.

Dikenal dengan sebutan pacifik Swallow memiliki ukuran panjang tubuh sekitar 14 cm. Tubuh atas berwarna biru, sementara dahinya berwarna coklat.

Makanan utamanya burung layang-layang batu yaitu jenis-jenis serangga, seperti kumbang (Coleoptera), semut (Formicidae), rayap (Isoptera).

Selain di Indonesia, burung layang-layang batu juga tersebar di beberapa negara seperti Papua Nugini, Sri Lanka, India, Thailand, Myanmar, Semenanjung Malaysia, dan Filipina

Burung yang dikenal dengan sebutan Pacifik Swallow ini merupakan salah satu anggota Hirundinidae yang penetap. Cukup umum ditemukan di berbagai tempat. Aktifitasnya selalu berkelompok kecil dan beristirahat dengan bertengger di besi bangunan. Selain itu juga sering dijumpai bertengger di kabel-kabel listrik PLN.

Tubuh atas berwarna biru, sementara dahinya berwarna coklat. Namun, terdapat perbedaan yang mencolok dengan layang-layang api atau asia. Dimana ekor burung layang-layang batu lebih pendek dan menggarpu dangkal.

Selain itu, tidak ada garis tebal biru pada dada. Ketika bertengger, ekor layang-layang batu tampak tertutup oleh sayapnya yang lebih panjang.

Sumber Tulisan: https://mongabay.co.id/2020/05/24/burung-layang-layang-batu-si-mungil-penolong-petani/

Sumber Gambar: https://www.instagram.com/weldipurwanto?igsh=MTZnd2dpdWk5b3dvMQ==

Eksplorasi Dan Identifikasi Jenis Tumbuhandi Cagar Alam Kalaena Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan

Cagar Alam Kalaena telah ditetapkan oleh Menteri Kehutanan sejak tahun 1987 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 428/Kpts-II/1987. Kawasan ini ditunjuk sebagai kawasan konservasi karena merupakan contoh perwakilan ekosistem hutan pamah sekunder yang memiliki...

Burung Cabai Panggul Kuning (Dicaeum aureolimbatum)

Cabai panggul-kuning (Dicaeum aureolimbatum) adalah spesies burung pengicau dalam famili Dicaeidae. Cabai panggul-kuning adalah spesies burung endemik di Sulawesi. Burung ini bisa kita temui pada ketinggian 850-2000 mdpl. Penyebarannya dari pulau Sangihe yang berada...

Cekakak Suci (Todiramphus sanctus)

Todiramphus sanctus memiliki tubuh berukuran sedang yaitu 22 cm. Spesies ini mirip dengan Todiramphus chloris, tetapi lebih berwarna kusam, dan ukuran tubuh sedikit lebih kecil. Bagian yang berwarna biru lebih kehijauan pada spesies ini. Warna dada agak kuning atau...

Kuntul Besar (Ardea alba)

Burung Kuntul Besar adalah burung yang tinggi, berkaki panjang, dan suka mengarungi air dengan leher panjang melengkung seperti huruf S dan paruh panjang seperti belati. Saat terbang, lehernya yang panjang terselip dan kakinya menjulur jauh melampaui ujung ekornya...

Kring-kring Bukit (Prioniturus platurus)

Burung Kring-Kring Bukit dewasa biasanya mempunyai panjang tubuh sekitar 28 cm dengan berat antara 200-225 gram. Bulu tubuhnya kebanyakan berwarna hijau dengan penutup ekor bagian bawah berwarna kuning. Perbedaan antara burung Kring-Kring jantan dan betina terlihat...

Burung-madu Kelapa (Anthreptes malacensis)

Anthreptes malacensis berukuran 13 cm. Ciri utamanya memiliki paruh yang panjang meruncing. Individu jantan : mahkota dan punggung berwarna hijau bersinar. Tunggir, penutup sayap, ekor, setrip kumis ungu bersinar. Pipi, dagu, tenggorokan coklat tua buram, sedangkan...
Kareo Padi (Amaurornis phoenicurus)

Kareo Padi (Amaurornis phoenicurus)

Kareo Padi atau “Amaurornis phoenicurus” ialah spesies burung yang masuk dalam famili “Rallidae”.
Biasanya burung ini dapat ditemukan di rerumputan rawa, sawah, hutan bakau, parit-parit di tepi jalan, dan tentunya di lahan-lahan yang berbau basah serta berair.

Karena lahan basah serta berair yang sering ditempati, maka burung ini dimasukkan dalam kategori “water bird” yakni burung yang mempunyai habitat di tempat berair.

Dikutip dari akun medsos TNGC, burung ini belum ini berhasil diabadikan oleh petugas TNGC  di satu sudut wisata alam tirta gunung Ciremai di Kuningan,.

Tubuh burung Kareo Padi dapat mencapai 20 centimeter (cm) dengan panjang 15 cm. Bentuk tubuhnya ramping dengan ekor pendek.

Sedangkan paruh serta kakinya mempunyai ukuran lumayan panjang. Bulunya berwarna coklat keabu-abuan tua, tetapi muka, tenggorongkan, serta dadanya didominasi warna putih yang mencolok.

Sumber Tulisan: https://kuninganmass.com/kenali-kareo-padi-yuk-salah-satu-burung-yang-dilindungi/

Sumber Gambar: https://www.instagram.com/weldipurwanto?igsh=MTZnd2dpdWk5b3dvMQ==

Eksplorasi Dan Identifikasi Jenis Tumbuhandi Cagar Alam Kalaena Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan

Cagar Alam Kalaena telah ditetapkan oleh Menteri Kehutanan sejak tahun 1987 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 428/Kpts-II/1987. Kawasan ini ditunjuk sebagai kawasan konservasi karena merupakan contoh perwakilan ekosistem hutan pamah sekunder yang memiliki...

Burung Cabai Panggul Kuning (Dicaeum aureolimbatum)

Cabai panggul-kuning (Dicaeum aureolimbatum) adalah spesies burung pengicau dalam famili Dicaeidae. Cabai panggul-kuning adalah spesies burung endemik di Sulawesi. Burung ini bisa kita temui pada ketinggian 850-2000 mdpl. Penyebarannya dari pulau Sangihe yang berada...

Cekakak Suci (Todiramphus sanctus)

Todiramphus sanctus memiliki tubuh berukuran sedang yaitu 22 cm. Spesies ini mirip dengan Todiramphus chloris, tetapi lebih berwarna kusam, dan ukuran tubuh sedikit lebih kecil. Bagian yang berwarna biru lebih kehijauan pada spesies ini. Warna dada agak kuning atau...

Kuntul Besar (Ardea alba)

Burung Kuntul Besar adalah burung yang tinggi, berkaki panjang, dan suka mengarungi air dengan leher panjang melengkung seperti huruf S dan paruh panjang seperti belati. Saat terbang, lehernya yang panjang terselip dan kakinya menjulur jauh melampaui ujung ekornya...

Kring-kring Bukit (Prioniturus platurus)

Burung Kring-Kring Bukit dewasa biasanya mempunyai panjang tubuh sekitar 28 cm dengan berat antara 200-225 gram. Bulu tubuhnya kebanyakan berwarna hijau dengan penutup ekor bagian bawah berwarna kuning. Perbedaan antara burung Kring-Kring jantan dan betina terlihat...

Burung-madu Kelapa (Anthreptes malacensis)

Anthreptes malacensis berukuran 13 cm. Ciri utamanya memiliki paruh yang panjang meruncing. Individu jantan : mahkota dan punggung berwarna hijau bersinar. Tunggir, penutup sayap, ekor, setrip kumis ungu bersinar. Pipi, dagu, tenggorokan coklat tua buram, sedangkan...
Pelanduk Sulawesi (Accipiter griseiceps)

Pelanduk Sulawesi (Accipiter griseiceps)

Burung penyanyi berukuran kecil, gemuk, berkaki panjang dan tidak mencolok, berwarna cokelat dengan tubuh bawah lebih pucat yang bervariasi dari keputihan hingga kuning tua di berbagai wilayah sebaran yang berbeda. Ditemukan sendiri atau berpasangan, sering di dekat tanah, di naungan hutan dataran rendah dan kaki perbukitan serta tepian hutan. Terbatas di Pulau Sulawesi serta kepulauan Togean dan Buton, menjadi satu-satunya pelanduk di wilayah tersebut. Kaki panjang, penampakan keseluruhan polos, serta kebiasaan beraktivitas dekat tanah membuatnya mudah dikenali di wilayah sebarannya yang terbatas.

Sumber Tulisan: https://ebird.org/species/sulbab1?siteLanguage=in

Sumber Gambar: https://www.instagram.com/weldipurwanto?igsh=MTZnd2dpdWk5b3dvMQ==

Eksplorasi Dan Identifikasi Jenis Tumbuhandi Cagar Alam Kalaena Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan

Cagar Alam Kalaena telah ditetapkan oleh Menteri Kehutanan sejak tahun 1987 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 428/Kpts-II/1987. Kawasan ini ditunjuk sebagai kawasan konservasi karena merupakan contoh perwakilan ekosistem hutan pamah sekunder yang memiliki...

Burung Cabai Panggul Kuning (Dicaeum aureolimbatum)

Cabai panggul-kuning (Dicaeum aureolimbatum) adalah spesies burung pengicau dalam famili Dicaeidae. Cabai panggul-kuning adalah spesies burung endemik di Sulawesi. Burung ini bisa kita temui pada ketinggian 850-2000 mdpl. Penyebarannya dari pulau Sangihe yang berada...

Cekakak Suci (Todiramphus sanctus)

Todiramphus sanctus memiliki tubuh berukuran sedang yaitu 22 cm. Spesies ini mirip dengan Todiramphus chloris, tetapi lebih berwarna kusam, dan ukuran tubuh sedikit lebih kecil. Bagian yang berwarna biru lebih kehijauan pada spesies ini. Warna dada agak kuning atau...

Kuntul Besar (Ardea alba)

Burung Kuntul Besar adalah burung yang tinggi, berkaki panjang, dan suka mengarungi air dengan leher panjang melengkung seperti huruf S dan paruh panjang seperti belati. Saat terbang, lehernya yang panjang terselip dan kakinya menjulur jauh melampaui ujung ekornya...

Kring-kring Bukit (Prioniturus platurus)

Burung Kring-Kring Bukit dewasa biasanya mempunyai panjang tubuh sekitar 28 cm dengan berat antara 200-225 gram. Bulu tubuhnya kebanyakan berwarna hijau dengan penutup ekor bagian bawah berwarna kuning. Perbedaan antara burung Kring-Kring jantan dan betina terlihat...

Burung-madu Kelapa (Anthreptes malacensis)

Anthreptes malacensis berukuran 13 cm. Ciri utamanya memiliki paruh yang panjang meruncing. Individu jantan : mahkota dan punggung berwarna hijau bersinar. Tunggir, penutup sayap, ekor, setrip kumis ungu bersinar. Pipi, dagu, tenggorokan coklat tua buram, sedangkan...
Alap-alap Sulawesi (Accipiter griseiceps)

Alap-alap Sulawesi (Accipiter griseiceps)

Elang berkepala abu-abu, bermata pucat, berpunggung cokelat dengan garis di tengah tenggorokan, garis tebal pada tubuh bawah yang putih, dan paha bergaris. Memperlihatkan bawah sayap keputihan dengan tanda gelap yang tersebar di bagian belakang dan ujungnya, serta ekor yang bergaris. Remaja berkepala cokelat dengan pola merah bata pada bagian bawah. Ditemukan di hutan dan mangrove, dari dataran rendah hingga pegunungan di Sulawesi. Kepala abu-abu dan garis tenggorokan tengah membuat dewasa tampak berbeda. Remaja memperlihatkan garis-garis hingga paha, berbeda dengan elang-alap nipon dan elang-alap cina remaja, dan sayap bawah yang nyaris tak berpola, tidak seperti elang-alap nipon.

Sumber Tulisan: https://ebird.org/species/sulgos1?siteLanguage=in

Sumber Gambar: https://www.instagram.com/weldipurwanto?igsh=MTZnd2dpdWk5b3dvMQ==

Eksplorasi Dan Identifikasi Jenis Tumbuhandi Cagar Alam Kalaena Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan

Cagar Alam Kalaena telah ditetapkan oleh Menteri Kehutanan sejak tahun 1987 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 428/Kpts-II/1987. Kawasan ini ditunjuk sebagai kawasan konservasi karena merupakan contoh perwakilan ekosistem hutan pamah sekunder yang memiliki...

Burung Cabai Panggul Kuning (Dicaeum aureolimbatum)

Cabai panggul-kuning (Dicaeum aureolimbatum) adalah spesies burung pengicau dalam famili Dicaeidae. Cabai panggul-kuning adalah spesies burung endemik di Sulawesi. Burung ini bisa kita temui pada ketinggian 850-2000 mdpl. Penyebarannya dari pulau Sangihe yang berada...

Cekakak Suci (Todiramphus sanctus)

Todiramphus sanctus memiliki tubuh berukuran sedang yaitu 22 cm. Spesies ini mirip dengan Todiramphus chloris, tetapi lebih berwarna kusam, dan ukuran tubuh sedikit lebih kecil. Bagian yang berwarna biru lebih kehijauan pada spesies ini. Warna dada agak kuning atau...

Kuntul Besar (Ardea alba)

Burung Kuntul Besar adalah burung yang tinggi, berkaki panjang, dan suka mengarungi air dengan leher panjang melengkung seperti huruf S dan paruh panjang seperti belati. Saat terbang, lehernya yang panjang terselip dan kakinya menjulur jauh melampaui ujung ekornya...

Kring-kring Bukit (Prioniturus platurus)

Burung Kring-Kring Bukit dewasa biasanya mempunyai panjang tubuh sekitar 28 cm dengan berat antara 200-225 gram. Bulu tubuhnya kebanyakan berwarna hijau dengan penutup ekor bagian bawah berwarna kuning. Perbedaan antara burung Kring-Kring jantan dan betina terlihat...

Burung-madu Kelapa (Anthreptes malacensis)

Anthreptes malacensis berukuran 13 cm. Ciri utamanya memiliki paruh yang panjang meruncing. Individu jantan : mahkota dan punggung berwarna hijau bersinar. Tunggir, penutup sayap, ekor, setrip kumis ungu bersinar. Pipi, dagu, tenggorokan coklat tua buram, sedangkan...