Ikan butini atauΒ Glossogobius matanensis adalah omnivora, yang berarti mereka mengonsumsi berbagai jenis bahan organik, baik tumbuhan maupun hewan. Ikan Butini adalah ikan endemik yang berasal dari danau purba di Pulau Sulawesi, yaitu Danau Towuti dan Danau Matano. Seperti banyak ikan yang hidup di perairan payau, ikan butini memiliki aktivitas makan yang lebih aktif pada malam hari (nokturnal).
Hal ini memungkinkan mereka untuk mencari makanan di waktu yang lebih tenang, ketika mereka juga lebih aman dari predator. Ikan butini dapat beradaptasi dengan baik dalam lingkungan yang memiliki fluktuasi salinitas yang tinggi, yaitu di daerah muara dan pesisir dengan kadar garam yang bervariasi. Ikan butini berperan penting dalam proses pemecahan bahan organik di perairan, membantu menjaga kualitas air dan memelihara keseimbangan ekosistem pesisir.
Berbagai aktivitas yang dilakukan di perairan ini diperkirakan menyebabkan penurunan populasi ikan Butini.Β
Ukuran ikan butini terpanjang (46,20 cm) adalah ikan jantan, ditemukan di kedalaman 150 m. Pola pertumbuhan Von Bertalanffy ikan butini gabungan yaitu L(t)= 46,62 [1 – e-1,200(t-to)], jantan dan betina masing-masing adalah L(t) =46,62 [1 – e-0,950(t-to)] danL(t)= 46,62 [1 – e-0,820(t-to)]. Mortalitas total tertinggi dijumpai di Zona B (5,49 per tahun) pada ikan betina.
Sumber: https://jagatsatwanusantara.id/satwa/ikan-butini/ https://data.go.id/dataset/dataset/pertumbuhan-dan-mortalitas-ikan-endemik-butini-glossogobius-matanensis-weber-1913-di-danau-towu
Β